Trauma
Rasa trauma ini masih membekas. Terlahir dari keluarga tidak harmonis. Dengan didikan yang keras, dan sering KDRT.
Bahkan setelah menikahpun rasa trauma itu tidak hilang. Sampai takut memiliki anak perempuan, karena tak mau dia bernasib sama seperti ibunya.
Memang suami saat ini tak pernah KDRT, tapi perlakuannya membuat aku merasa 'hadirku terpaksa di dalam kehidupannya'. Terlebih aku baru tahu dia di masa lalunya, yang tidak sengaja Allah beritahu saat aku sedang mengandung.
Sakit memang, tapi aku gak mau gegabah. Aku gak mau stuck di masa lalu, aku memaafkan. Namun entah mengapa sampai saat ini, aku merasa tidak sama sekali dianggap spesial oleh suamiku sendiri.
Bahkan dari sejak menikah, tidak pernah keluar dari mulutnya kata "sayang/cinta" kepadaku.
Comments
Post a Comment