BEST WOMEN IN HEAVEN (MENJADI WANITA YANG DIDAMBAKAN SURGA)

ALLAH berfirman dalam Q.S an-Nahl:97 yang artinya;
“Barang siapa mengerjakan amal shaleh ,baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik & sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dariapa yang telah mereka kerjakan.”
     
Demi ALLAH,surga adalah cahaya yang berkelip-kelip dan keharuman yang semerbak,istana yang kokoh & di dalamnya penuh dengan kenikmatan.
Apabila kamu bertanya tentang diri mu di surga,ketahuilah:
Ø  Tinggi mu 60 hasta menjulang ke langit seperti tinggi kakek moyang mu NabiAdam a.s.
Ø  Usia mu 33 tahun 3 bulan 3 hari.seperti umur Nabi Isa a.s.
Ø  Kesabaranmu seperti kesabaran Nabi Ayub a.s.
Ø  Raut wajah mu setampan Nabi Yusuf a.s.
Ø  Akhlak mu seperti akhlak Nabi Muhammad SAW.

Apabila kamu bertanya tentang makanan mu di surga,ketahuilah kamu akan memakan daging yang sangat lezat & aneka buah-buahan yang dapat kamu pilih menurut kesukaan &selera mu.Serta kamu akan meminum air madu yang sangat manis,arak yang sangat lezat & susu yang tidak pernah berubah rasanya yang mengalir dari sungai di bawahnya.

Apabila kamu bertanya tentang keutaman penghuni surga,ketahuilah mereka tidak merasa sedih.khawatir&takut.Mereka tidak berhadast,tidak berbuat keji & tidak melakukan segala kewajiban & seruan jihad.
Apabila kamu bertanya tentang keberadaan mu disurga,ketahuilah kamu akan kekal di dalamya.

Apabila kamu bertanya tentang keutamaan mukminah dari bidadari,sesungguhnya mukminah lebih mulia dari bidadari.Karna mereka tidak di bebankan kawajiban,ketaatan,ibadah,mu`amalah,perintah & larangan.
Sedangkan mukminah di perintahkan untuk selalu ta`at kepada ALLAH SWT,& suami,mendidik anak-anaknya & mengurus rumah tangga.

Wanita adalah penghuni surga paling banyak apabila di kumpulkan wanita beriman di surga dengan para bidadari atau hanya di kumpulkan seluruh bidadari.
Di tegaskan oleh Rasulullah SAW :
“Setiap penghuni surga  laki-laki memiliki dua pasang wanita,yang terlihat sumsum kepalanya dari belakang daging”(HR Bukhari & Muslim)
Hadist tersebut menjalaskan tiap penghuni surga laki-laki akan di temani dua istri,sehingga tidak ada laki-laki yang tidak memiliki pasangan.
Demikan hadist di atas menguatkan pendapat bahwa wanita lebih benyak dari laki-laki di surga.

Dan dua istri tersebut adalah bidadari sebagaimana diriwatkan oleh Imam Ahmad: Setiap laki-laki penghuni surga memiliki dua pasang wanita dari golongan bidadari. Setiap bidadari memakai 70 perhiasan & terlihat sumsumnya dari balik pakaian.”

Maksud “ terlihat sumsumnya” adalah ia memakai pakaian yang sangat tipis dan kulitnya sangat lembut,sehingga semuanya dapat terlihat sampai sumsum yang ada dalam tulang dapat terlihat.
 Jadi, wanita yang paling banyak menghuni surga adalah bidadari. Sedangkan kaum wanita didunia paling sedikit disurga, dan lebih banyak dineraka.

Meskipun demikian, berbahagialah kaum wanita, karena ALLAH SWT menciptakan mukminah lebih baik dan cantik dari bidadari disurga. Wanita yang beriman ibarat ratu yang berkuasa, sedangkan bidadari adalah pelayan yang taat kepada tuannya. Sebab tidak mungkin sama antara orang yang melakukan mujahadah dan bersusah payah didunia, dengan bidadari yang diciptakan khusus untuk disurga tanpa bersusah payah,tidak mengalami musibah & tidak menerima cobaan.

Apabila kamu bertanya tentang rupa bidadari(al-hur al-`ain) mereka seperti bintang-bintang yang gemerlapan,yang mengalir di tubuhnya darah remaja,pipinya merah seperti buah apel & bunga mawar merah.Giginnya seperti mutiara tersusun,kulitnya lembut & mulus.Kecantikan wajahnya seperti cahaya matahari mengelilinginya.Senyumannya mengeluarkan cahaya.

Apabila engkau berbicara dengannya,engkau seperti berbicara dengan kekasih mu,dengan mesra & lembut.Kemulusan wajahnya seperti cermin. Sumsumnya dapat terlihat dari balik dagingnya, seakan –akan tidak ditutupi kulit,tulang dan pakaian. Mereka akan tetap perawan walaupun telah dijimak berkali-kali.

Apabila mereka turun kedunia, seluruh dunia akan menjadi harum. Seluruh makhluk didunia akan mengumandangkan tahlil,takbir & tasbih atas kecantikan & kesempurnaan dirinya.Seluruh mata akan tertuju kepadanya.

Bagaimana dengan rupa mukminah di surga?
Tentu,jauh lebih baik & cantik dari bidadari.
Di riwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Ummu Salamah R.a :
Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah :”Wahai Rasulullah,manakah yang lebih baik,bidadari ataukah wanita dunia(mukminah)?”
Beliau menjawab :”Tentu wanita dunia lebih baik daripada bidadari,seperti bagian luar denganbagian dalam.”
Ummu Salamah bertanya kembali :”Apa yang menyebabkan seperti itu,wahai
Rasul?”

Rasulullah manjawab:”Karena shalat,puasa,dan ibadah yang mereka kerjakan. Nanti ALLAH SWT akan memakaikan cahaya di muka mereka(mukminah) dan kain sutra di badan mereka. Kulitnya berwarna putih,pakaiannya berwarna hijau,perhiasannya berwarna kuning,dan sisir mereka dari emas. Mereka berkata,’Kami akan kekal tidak pernah mati. Kami selalu memberikan kesenangan tanpa pernah lelah. Kami akan salalu berada di rumah tidak pernah keluar. Kami selalu bahagia tidak pernah marah. Beruntunglah orang yang memiliki kami & kami memiliki mereka.”

Jadi,wanita mukminah melebihi bidadari dari segi kecantikan ,kemolekan tubuh,hubungan seks,akhlak,keindahan suara,cahaya wajahnya,perhiasan,mahkota. Bahkan para bidadari adalah pelayan wanita mukminah & suami mereka lebih sering bersamanya daripada bidadari.

Oleh karena itu,bagi kaum wanita  yang ingin mendapatkan surga,mereka harus menjadi ahli ibadah,puasa,mukminah yang selalu bersyukur & bersabar. Menjadi orang yang ta`at kepada ALLAH SWT & suaminya,melaksankan segala perintahnya,pendidik bagi anak-anaknya,penasihat bagi kawan-kawannya,berbakti kepada orangtua,selalu mengintropeksi diri,menutup auratnya,menjaga hatinya & hatinya selalu bergantung kepada ALLAH  SWT.

Selain itu,memanfaatkan waktu malam saat orang-orang terlelap,bersedih & menangis karena mengingat dosa di saat orang-orang tertawa ria,diam ketika orang-orang berkata-kata,tidak membicarakan kejelekan orang lain,menghindari sifat akhlak mazmumah & menanamkan sifat akhlak mahmudah.





Di Kutip dari       : Sebagian buku terjemahan berjudul,”Nissa `ahl al-Jannah.”
Penulis        : Dr.Mushthafa Murad
                   (Anggota dewan pengajar Universitas Al-Azhar,Cairo,Mesir)


Comments

Post a Comment